Ahlan wa Sahlan Sahabat FSI Al-Biruni..
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan

10 Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan


Assalamu'alaikum.. Sahabat Biruni..
Berikut sebuah catatan dari TRENDI  Jumat 19 Juli 2013 yang bertemakan
"10 Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan" oleh Ustad Airell Tuffliado..

Bismillahirrahmanirahim..

Puasa adalah dimana kita menahan lapar, haus & berhubungan suami istri  dan segala yang membatalkan sejak dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah. Allah Berfirman : Hai orang - orang beriman, diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi orang orang sebelummu, agar kamu bertakwa [ Al Baqarah : 183 ]
Tau kah kalian bahwa di bulan Ramadhan pernah terjadi beberapa peristiwa penting di dalam nya.

#1 Bulan Turunnya  Al-Qur'an
Al-Qur'an di turunkan pertama kali pada 24 Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah ) bulan Ramadhan , bulan yang di dalamnya diturunkan ( permulaan ). Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan - penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil) . .. " ( QS Al Baqarah: 185 ). Imam Ibnu Katsir menjelaskan : “ Allah SWT memuji Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya, karena Dia telah memilihnya diantara semua bulan sebagai bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an yang agung "

#2 Fathul Makkah (Pembebasan Makkah)
Apa itu Fathul Makkah ? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa dimana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka' bah kembali suci. Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M

#3  Perang Badar
Pada hari Jumat 2 Ramadhan tahun ke- 2 H terjadi perang pertama dalam Islam yang dikenal Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak diantara Madinah dan Makkah. Tentara Islam mengontrol lokasi strategis dengan menguasai sumber air yang ada di daerah tersebut. Perang ini melibatkan tentara Islam sebanyak 313 anggota berhadapan dengan 1.000 tentara musyrikin Makkah yang lengkap bersenjata. Dalam perang ini, tentara Islam memenangkan pertempuran dengan 70 tentara musyrikin terbunuh , 70 lagi ditawan, sisanya melarikan diri.

Perang ini adalah suatu yang luar biasa, ketika tentara Islam yang sedikit dari segi jumlah, lemah dari sudut kelengkapan dan berpuasa dalam bulan Ramadan tapi mampu memenangkan pertempuran Perang Badar. Ini membuktikan puasa bukan penyebab umat Islam bersikap lemah dan malas, sebaliknya berusaha demi mencapai keridhaan Allah. Orang yang berjuang demi mencapai keridhaan Allah, pasti mencapai kemenangan yang dijanjikan.
" Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu ) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah , supaya kamu mensyukuri - Nya" (QS Al-Imran : 123).

#4  Islam Masuk ke Yaman
Yaman terletak di selatan semenanjung tanah Arab. Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk penduduk Yaman khususnya suku Hamdan. Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun ke - 10 hijrah

#5 Khalid bin Walid meruntuhkan berhala Al‘uzza setelah umat Islam membebaskan kota Makkah.
Nabi Muhammad SAW menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Ka' bah. Lima hari sebelum berakhirnya Ramadhan tahun ke - 9 H , Rasulullah mengirim Khalid bin Walid untuk memusnahkan patung Al'Uzza di Nakhla. Menurut kepercayaan Arab jahiliyah, Al'Uzza adalah patung dewi terbesar di daerah tersebut. Khalid bin Walid melaksanakan tugas itu dengan bergerak menuju ke Nakhla lalu menghancurkan patung Al'Uzza. Setelah itu, penyembahan patung pun berakhir.

#6 Penyerahan Kota Taif yang pernah mencatat sejarah,
ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad saw saat berdakwah disana. Setelah beliau dan umat Islam berhasil membebaskan Makkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad. Nabi Muhammad dan tentara Islam lalu maju ke Taif dan mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya kaum Bani Thaqif datang ke Makkah di bulan Ramadan tahun ke - 9 H dengan menyerahkan kota Taif sebagai tanda menyerah.

#7 Pembebasan Andalusia (Spanyol)
Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah - wilayah bagian semenanjung Liberia yang diperintah oleh orang Islam selama beberapa waktu mulai tahun 711 sampai 1492 M . Pada 28 Ramadhan tahun ke- 92 H , panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk menawan Andalus. Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa .

#8  Tentara Islam Mengalahkan Tentara Mongol pada tahun 126 sampai 1405 M
Kaum Mongol melebarkan penaklukannya ke hampir semua benua Asia. Menurut sejarah, kekaisaran penaklukan mereka seluas 33 juta kilometer persegi. Jenderal tentara Mongol dikenal sebagai Genghis Khan. Dalam misi penaklukan itu, mereka membunuh lebih sejuta rakyat negara yang dikalahkan. Penaklukan mereka menjangkau sampai ke Moscow dan Kiev. Dalam pertempuran itu , tentara Islam meraih kemenangan dan berhasil menawan Kitbuqa Noyen, penasihat Hulagu Khan yang menasihatinya untuk menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dieksekusi. Kemenangan itu adalah suatu yang luar biasa untuk umat islam.

#9 Peperangan Zallaqah di Portugal.
Peristiwa ini terjadi setelah Subuh hari Jumat, bulan Ramadan tahun 459 H. Ketika itu, terjadi kebangkitan dinasti Murabit di Afrika Utara. Gubernur Cordova, Al Muktamin meminta bantuan Sultan Dinasti Murabit, Yusuf bin Tasyifin untuk memerangi Alfonso VI. Tentara yang dipimpin oleh Alfonso VI yang berjumlah 80.000 tentara berhasil dikalahkan. Dalam waktu yang singkat Sultan Yusuf berhasil menguasai seluruh Spanyol dan menyelamatkan umat Islam. Setelah itu, Dinasti Murabit di Spanyol berdiri sejak 1090 sampai 1147 M.

#10 Peperangan Yakhliz
Pada 15 Ramadan 1294 H, tentara Islam dari Dinasti Ottoman yang dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34.000 anggota mengalahkan tentara Rusia yang berjumlah 740.000. Sebanyak 10.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran itu. Ia menjadi kebanggaan umat Islam mempertahankan agama yang diancam oleh pemerintah Tzar di Rusia.oh ia ada 1 lagi nih Direbutnya Garis Bar Lev, Israel.

Dalam sejarah modern, terjadi Perang Yom Kippur yang melibatkan tentara Islam (Mesir dan Syria) dengan tentara Israel pada 10 Ramadan 1390 H bertepatan dengan 6 0ktober sampai 22 atau 24 Oktober 1973 M. Perang Yom Kippur, juga dikenal sebagai perang Arab-Israel 1973, Perang Oktober, dan Perang Ramadan.
Ia adalah bagian dari konflik Arab-Israel sejak dari tahun 1948.

Pada bulan Juni 1967, terjadi perang enam hari antara Israel dengan Mesir, Syria dan Yordania. Dalam pertempuran itu, Israel berhasil menduduki bukit Golan, Syria, di utara dan semenanjung Sinai, Mesir, di selatan hingga ke kanal Suez. Setelah itu, Israel membangun barisan pertahanan di Sinai dan bukit Golan. Pada tahun 1971, Israel mengalokasikan USD 500 juta untuk membangun benteng dan kerja tanah raksasa yang dinamai Garis Bar Lev, mengambil nama jenderal Israel, Haim Ber Lev.
Tentara Islam berhasil merebut benteng itu sekaligus mengalahkan Israel. Antara peristiwa menarik dalam perang ini adalah peran seorang sarjana Islam merangkap sebagai Imam Masjid kota Suez, Syeikh Hafiz Salamah yang memimpin peperangan.

Demikian peristiwa peristiwa yang pernah terjadi di bulan Ramadhan.
Semoga bisa menambah wawasan teman teman.
Maaf ya klo kalau ada salah dalam penulisan.

#FSIAlBiruni#SahabatDiHatimu

- di kutip dari Trendi , Bazizdki.go.id & Kompas

Kurangi Keluhmu

“Hari ini panas banget ya”
“Geraaahhh”
“Capeeek Huft”

Disadari atau tidak, hampir setiap hari kita mengeluh. Entah itu karena cuaca, tugas, UAS, atau yang lain. Yup, wajar saja sebenarnya, karena memang manusia diciptakan suka mengeluh.

Dalam surat Al-Ma’arij ayat 19-20 Allah berkalam, “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila diberikan kebaikan (harta) ia menjadi kikir”

Eits tapi tunggu dulu.. Ternyata tidak semua orang suka mengeluh dan kikir  Ada beberapa yang Allah berikan pengecualian :

1. Kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat (Q.S Al-Ma’arij : 22)
2. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. (Q.S Al-Mu’minun : 1-2)
3. Mereka yang tetap setia melaksanakan shalatnya (Q.S Al-Ma’arij : 23)
4. Dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta (Q.S Al-Ma’arij : 24-25)
5. Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan dan orang-orang yang takut terhadap adzab Tuhannya (Q.S Al-Ma’arij : 26-27)
6. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya (Q.S Al-Ma’arij : 29)
7. Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya (Q.S Al-Ma’arij : 32)
8. Dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya (Q.S Al-Ma’arij : 33)
9. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya (Q.S Al-Ma’arij : 34)

Mereka itu dimuliakan di dalam surga (Q.S Al-Ma’arij : 35)

MasyaAllah.. Beruntung sekali orang-orang yang termasuk dalam pengecualian itu. Mereka tidak sempat mengeluh karena hati mereka tentram dengan shalat yang senantiasa terjaga.. Mereka tidak mudah galau cuma gara-gara diputusin pacar, karena mereka senantiasa menjaga kemaluannya, jadi gak bingung mikirin pacaran. Mereka tidak mudah mengeluh karena mereka yakin apabila melakukan hal-hal di atas mereka akan mendapat kemuliaan di Jannah kelak.

So, yang mana kamu? 

Tugas Gue Lebih Penting Daripada Sholat?

"Waaaaa 5 menit lagi dikumpulin! Aduh gue belum selesai niiiih."
(Jam tangan menunjukkan pukul 14.55 sore, dateline pengumpulan tugas kuliah pukul 15.00).
"Aduh gimana nihh." (makin panik)
"Yaudah buruan selesein.." kata temannya. "Btw, lu udah solat zuhur belom?"
"Belom. Ini aja belom selesai"
"Yaudah solat dulu sana cepetaaan.."

(masih berkutat dengan tugas sampai adzan asar berkumandang)

Na'udzubillah.

Andai kita tahu, betapa meninggalkan shalat dengan sengaja adalah dosa besar, maka hendaknya kita berpikir.

Ancaman bagi orang yang meninggalkan Shalat


إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” . 


“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” 



Gambaran Azab Bagi Yang Meninggalkan Sholat.

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW, bukan saja diperlihatkan tentang balasan orang yang beramal baik, tetapi juga diperlihatkan balasan orang yang berbuat mungkar, diantaranya siksaan bagi yang meninggalkan Sholat fardhu.



Mengenai balasan orang yang meninggalkan Sholat Fardu: “Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).


Orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqor. Maksud Firman Allah Ta’ala: “..Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata: “Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?”. Orang-orang yang bersalah itu menjawab: “Kami termasuk dalam kumpulan orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat” Al-ayat.

Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka jawab Baginda SAW, “yaitu mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka Wail”.

Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut menafsirkan hadist di atas “yaitu orang yang melengah-lengahkan Sholat mereka sehingga sampai kepada waktu Sholat lain, maka bagi pelakunya jika mereka tidak bertaubat Allah menjanjikan mereka Neraka Jahannam tempat kembalinya”.
Maksud Hadist: “Siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka sesungguhnya dia telah kafir dengan nyata”.

Berdasarkan hadist ini, Sebagaian besar ulama (termasuk Imam Syafi’i) berfatwa: Tidak wajib memandikan, mengkafankan dan mensholatkan jenazah seseorang yang meninggal dunia dan mengaku Islam, tetapi tidak pernah mengerjakan sholat. Bahkan, ada yang mengatakan haram mensholatkanya.

Siksa Neraka Sangat Mengerikan
Mereka yang meninggalkan sholat akan menerima siksa di dunia dan di alam kubur yang terdiri dari tiga siksaan.

Tiga jenis siksa di dalam kubur yaitu:
1. Kuburnya akan berhimpit-himpit serapat mungkin sehingga meremukkan tulang-tulang dada.
2. Dinyalakan api di dalam kuburnya dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya siang dan malam tiada henti-henti.
3.Akan muncul seekor ular yang bernama “Sujaul Aqra” Ia akan berkata, kepada si mati dengan suaranya bagai halilintar: “Aku disuruh oleh Allah memukulmu sebab meninggalkan sholat dari Subuh hingga Dhuhur, kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke Isya’ hingga Subuh”. Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian dipukul dan dibenturkan hingga terjungkal ke perut bumi karena meninggalkan Sholat Dhuhur. Kemudian dipukul lagi karena meninggalkan Sholat Asar, begitulah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isya’ hingga ke waktu Subuh lagi. Demikianlah seterusnya siksaan oleh “Sajaul Aqra” hingga hari Qiamat.

Didalam Neraka Jahanam terdapat wadi (lembah) yang didalamnya terdapat ular-ular berukuran sebesar tengkuk unta dan panjangnya sebulan perjalanan. Kerjanya tiada lain kecuali menggigit orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat semasa hidup mereka. Bisa ular itu juga menggelegak di di badan mereka selama 70 tahun sehingga hancur seluruh daging badan mereka. Kemudian tubuh kembali pulih, lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.

Maksud Hadist: “Orang yang meninggalkan sholat, akan Allah hantarkan kepadanya seekor ular besar bernama “Suja’ul Akra”, yang matanya memancarkan api, mempunyai tangan dan berkuku besi, dengan membawa alat pemukul dari besi berat”.

Siapakah orang yang sombong?
Orang yang sombong adalah orang yang diberi penghidupan tapi tidak mau sujud pada yang menjadikan kehidupan itu yaitu, Allah Rabbul Alaamin, Tuhan sekalian alam. Maka bertasbihlah segala apa yang ada di bumi dan di langit pada TuhanNya kecuali Iblis dan manusia yang sombong diri.

Siapakah orang yang telah mati hatinya?
Orang yang telah mati hatinya adalah orang yang diberi petunjuk melalui ayat-ayat Qur’an, Hadits dan cerita-cerita kebaikan namun merasa tidak ada kesan apa-apa di dalam jiwa untuk bertaubat.

Siapakah orang dungu kepala otaknya?
Orang yang dungu kepala otaknya adalah orang yang tidak mau melakukan ibadah tapi menyangka bahwa Allah tidak akan menyiksanya dengan kelalaiannya itu dan sering merasa tenang dengan kemaksiatannya.

Siapakah orang yang bodoh?
Orang yang bodoh adalah orang yang bersungguh-sungguh berusaha sekuat tenaga untuk dunianya sedangkan akhiratnya diabaikan.

Kehinaan bagi yang meninggalkan sholat:

Di dunia
A.Allah Ta’ala menghilangkan berkat dari usaha dan rezekinya.
B.Allah Ta’ala mencabut nur orang-orang mukmin (sholeh) dari pada (wajah) nya.
C.ia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Ketika Sakaratul Maut
a.Ruh dicabut ketika ia berada didalam keadaan yang sangat haus.
b.Dia akan merasa amat azab/pedih ketika ruh dicabut keluar.
c.Dia akan mati buruk (su’ul khatimah)
d.ia akan dirisaukan dan akan hilang imannya.

Ketika di Alam Barzakh (dialam kubur)
A.ia akan merasa susah (untuk menjawab) terhadap pertanyaan (serta menerima hukuman) dari Malaikat Mungkar dan Nakir yang sangat menakutkan.
B.Kuburnya akan menjadi sangat gelap.
C.Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang-tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).
D.Siksaan oleh binatang-binatang berbisa seperti ular, kala jengking dan lipan.

Sabda Rasulullah SAW, “Perbedaan antara orang islam dengan orang kafir adalah sholat, dan barangsiapa meninggalkan sholat sesungguhnya ia telah menjadi seorang kafir”. (HR. Tirmidzi).

Cara Benar Cari Jodoh

diambil dari blog Teh Fufu (Fufuelmart @penulis Buku Menikah itu Mudah).

Assalamu'alaykum  waahmatullahi wabaakatuh... :) 
Tanggal 15 Desember kemarin, saya dan suami ngadain seminar "Cara Bena Cari Jodoh" bertempat di Gedung Muda Mulia Center Tubagus Ismail. Seminar ini adalah peviw untuk event tanggal 30 Desember. Kurang lebih 50 orang hadir di sana. Nah, tak menyangka ternyata salah satu team ada yang merangkum isi seminarnya. Sengaja tidak saya edit, ini asli hasil tulisan tim kami, semoga manfaat yaaa :)

-------------------------------------------------------------------------

Yups.. Seminar pertama kita.. membahas Cara Benar Cari Jodoh #CBCJ.
Materi yang disampaikan sama Romantic-Couple Ikhsanun Kamil Pratama dan Foezi Citra Cuaca Elmart..
Waah Dahsyat deh, berkali-kali bikin kita bilang wow sambil komprol.. hehe bukan leb-leb-lebay :p tp aslinya bikin #jleb bagi kamu si pelaku “Cara Salah Cari Jodoh” nah lho? Kamu termasuk yang mana ney..

Siap2 simaaak yaa :)
Oke... siaap... Cara Benar Cari Jodoh...
Pertama2 kita harus bedain dulu yaa, Kriteria untuk dijadikan Pacar dan Kriteria untuk dijadikan Istri/Suami ! Bedaaa.. Beda bangeeet malah..

Punya #KriteriaPasangan itu ga apa2 lho sah2 aja.. Namanya jg pasangan seumur hidup, ingin berjodoh dengan yang “sempurna”? aamiin.. Im The Lucky One Wannabe? Aamiin.. Gpp ko ga ada larangannya kan..

Kriteria itu juga boleh kamu tulis se-detail mungkin, Cateeet!  Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa tidak ada orang yang sempurna termasuk Jodoh kamu nnti, mau nyari sampai liang lahat juga ga akan nemu deh.. hehe

Jadi buat apa donk klo kita punya #KriteriaPasangan, sabaaar.. nanti bakal dibahas..
Tariiiik nafas panjaaang ;)

Ini dia tahapan #CBCJ : 1. Cleansing 2. Upgrading 3. Selecting

1. Cleansing tahap pertama ini yang bisa di bilang gampang-gampang susah, Whyyy? Cleansing bisa diartikan “bebersih” .. Ketika sholat kita berwudhu sebelum nya.. Bagi cwe2 setelah haid kita mandi besar setelahnya.. Nah dalam proses #MenemukanJodoh juga harus “Cleansing” donk.. Cleansing disini bukan gosok-gosok badan biar kinclong, walau itu juga perlu, kan kebersihan sebagai dari iman bukan? Okee.. cleansing disini, kamu harus bisa memaafkan dirimu, memaafkan lingkunganmu, yang paling susah itu adalah memaafkan masa lalumu #HealingTraumaMasaLalu..Pasti kebanyakan temen2 pernah punya masa lalu yg menyakitkan :D 

Misal: Cinta Dalam Hati singkatnya Ci-Da-Ha, hayoo siapa siapa yang pernah ngalamin, hati-hati ya ini bisa juga bikin kamu #SusahJodoh ya yang namanya Ci-Da-Ha ga terungkapkan pasti bikin ganjel, bikin ga enak perasaan.. apalagi klo sampe bikin heartache. Contoh lainnya misal trauma di masa lalu, ketika kamu sudah memiliki hubungan yang serius bahkan merencanakan kearah pernikahan dengan si calon, dengan sebab si doi batalain rencana itu, mungkin gara2 si doi punya gebetan lain yang lebih oke, mungkin karena si doi belum siap.. #Jleb ga kebayang sakitnya kyk apa *blun pernah rasain* belum lagi mau ditaro dimana muka kita udah gembar-gembor sana-sini udah kemana-mana berdua *hiiiks nangis deras* apalagi klo ditinggalinya tanpa sebab #Jleb #Jleb double-hurting.. 

Nah trauma di masa lalu ini yang emang rasanya susah yah klo kita ikhlas, tapi dengan proses dan seiring waktu serta ikhitiar kita untuk #MoveOn dan #MoveUp ketemu Jodoh maka kita akan bisa ikhlas menerima nya perlahan-lahan.. Bersyukurlah kita digagalkan dengan orang yg bukan jodoh kita.. Life must go on bung.. Hallo mau sampai kapan galauuu, sedangkan dia ? udah bahagia tuh udah lupa tuh sama kamu.. Ayo Standing Up! Baaaangkit  Dan jgn lupa minta restu orang tua yaa..


2. Setelah bener2 #Cleansing ikhlaaas.. legowoo.. nerima semua ketentuan Allah.. pasrah deh ya Allah.. Yang Maha Mengetahui.. Bismillah.. Kita mulai tahap selanjutnya yaitu: #Upgrading ! Blackberry aja tiap-tiap keluar OS baru yang bikin si BB harus di upgrade, masa kita manusia ga di upgrade-upgrade sey.. ke laut ajee lu hehe


Kembali saya ingetin kepada #Kriteria Pasangan, nah udah pada nyatet kan ato inget2 deh kamu pengen pasangan yang kyk gimana.. Biar saya tebak pasti ingiiiiiiiin yang Baik! Pinter! Soleh/Sholehah! Penyayang! Penyabar! Ngertiin kita! Sayang sama kita! Setia! Cakep/Cantik! Kaya raya! Bla..bla..blaa.. Pokoknya lebih segala-galanya dari saya.. Ga abis deh selembar polio juga buat nulisnya.. Okee bagus pemirsaaah kriteria itu emang perlu donk.. 

Sekarang, coba posisi kamu dengan si Jodoh yang ada dibayang kamu sudah Sejajarkah? Masi jauhkah? Sejauh apa sey? Nah disini fungsi #Upgrading itu berperan.. Yang ingin dapetin pasangan yang sholeh/sholehah apa udah kamu seperti itu ? Yang ingin dapat yang baik yang pintar apa sudah kamu seperti itu ? Klo belum nah sekarang waktu nya kamu bebenah diri, Ingat! Jodohmu adalah Cerminanmu! Coba dari sekarang mulai #Upgrading 1. Hati 2. Ilmu 3.Skill mengenai hal-hal  tentang menikah misalnya atau segala hal mengenai potensi diri kita kita #Upgrading .. 

Semakin hari semakin di-upgrade udah semakin dekat kita dengan si #KriteriaPasangan akan semakin okee donk pastinya.. Dengan #Upgrading tadi kamu udah berhasil meng #AktifasiMagnetJodoh lho.. Ga percaya? Coba nnti kmu bandingkan kamu yang skr dengan kamu yang akan datang yang lebih okee.. Yang mulai menyamai dengan #KarakterPasangan mu.. Klo udah TOP kyk gitu dengan sendirinya orang-orang pun akan tertarik.. Ya iyalah cwe2/cwo2 itu bakal ngelirik dengan sendirinya cari2 perhatian sendirinya.. Ciieee ciiee klo udah gini pasti mau apa mau banget tuh ?  :D

3. Setelah #Upgrading was successfull, then #AktifasiMagnetJodoh udah nge-Cuuun.. Tinggal Cuuuus.. hehe. Masuk pada tahap akhir #Selecting.. Nah disini kamu2 tinggal liat mana neh yang sesuai dengan kriteria kamu.. Mana neh calon istriku calon ibu dari anak-anakku yg sholeh/sholehah.. Deuuuh langsung ngebahayangi udah ada ditahapan ini aja :p hihihi. Jgn lupa tetep minta petunjuk Nya, Allah sign dia itu #Jodohmu.. jgn sampai setelah ditahap ini kamu gagal dan harus memulai lagi dari tahap awal gara2 Allah tidak meridhoinya.. Jika #Selecting sudah dilakukan langsung deh pengenalan (taaruf) :)


Waaaah...Alhamdulillah berees..Syukron udah mau baca sampai tuntas.. 

Goodbye Galau, Welcome Jodoh ^^
Ga sabar ketemu Jodoh? Ayo persiapan dari sekarang, begitu nnti bertemu kamu sudah pantas dan layak untuk menjemputnya.. Pas pas paaas segala nya.. Aamiin ya Rabb..



Si Entong

"Entoooooonngg", si Nyak berteriak.
"Iye Nyaaaak. Ade ape sih.", sahut Entong.
"Heh heh lu ni ye. Liat udeh jam berape. Lu kagak solat subuh apa. Mentang-mentang libur ye. Tidur kaga tau waktu. Bangun cepetan!" Nyak marah-marah sambil nyubitin si Entong.

"Yaelah..jam berapa sih Nyak.. Aye masih ngantuk."
"Jam sepuluh!"
"Hah? Serius Nyak? Aaaaa Nyak kenapa gak bangunin aye dari tadiii. Aduh Allah marah deh nih sama aye." Entong langsung kelabakan.
(ngeliat jam) 
Masih jam 5 pagi. 
Emang enak gue kerjain. Tawa si Nyak dalam hati. :D




Hehe..sedikit ilustrasi khayalan. Masih inget kan ye pilem si Entong yang jaman dulu itu? Jaman kite masih SMA kayanye. Atau SMP? Nah itu dah. Noh, Si Entong aje takut Allah marah same die. Kalo kite gimane?

Moga2 kagak pernah bolong lagi ye solatnye..
Kalo kata anak G4HOEL nih.. Haree geneee solat wajib masih bolong2? Gak jaman cuuuyyy :D

piss (^_^)V

Saling mengingatkan yaa :)

Uhibbukum fillah

Mungkin Kita Lupa

Mungkin Kita Lupa
Saat hidup terasa amat sulit.. 
Mari periksa kembali..

Mungkin kita lupa, bahwa Allah itu selalu ada. 
Kapan saja, dimana saja, saat kau butuh bantuan dan kasih sayang-Nya..

Mungkin kita lupa, bahwa Allah selalu setia mendengar pintamu..
Mendengar curhatmu, mendengar mohonmu..

Mungkin kita lupa, bahwa Allah itu Maha Kaya..
Yang pasti mampu memberikanmu segalanya..

Mungkin kita lupa, kapan terakhir kali mencinta..
Meneteskan air mata di malam sepertigaNya..

Mungkin kita lupa, seberapa sering membagi cinta..
Berbagi rizki pada yang papa..

Mungkin kita lupa, ridha Allah, ridha orang tua juga..

Mungkin kita lupa, menaut kembali tali saudara..

Mungkin kita lupa, merayu Allah pada setiap doa..

Mungkin kita lupa, mendendangkan dzikir yang sekian lama terlupa..

Mungkin kita lupa, terbiasa membicarakan yang sia-sia..

Mungkin kita lupa, terlalu sibuk mengejar dunia..

Atau mungkin kita juga lupa, akan dosa lama yang kita lupa meminta ampun padaNya?

#muhasabahdiri


Berlibur dan Bermanfaat, Kenapa Tidak?

Bismillah..

“Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah..” (Mari Berhibur-Raihan)

       Rasanya sebait nasyid di atas cukup tepat untuk tema ini..

Ya, waktu libur menjadi suatu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Tidak hanya anak-anak sekolah, tapi juga kita yang berstatus mahasiswa pun pasti juga sangat menanti waktu libur (betul? :)), bahkan orang tua kita yang bekerja juga tak mengelak menanti datangnya liburan.

Kenapa ya?
Ya, tentu saja, manusia bukanlah robot atau mesin yang akan dan harus  terus menerus melakukan rutinitas begini dan begitu. Karena fase jenuh merupakan fase yang hampir pasti dialami oleh setiap manusia, dan sulit untuk dihindarkan, tetapi sulit bukan berarti tidak bisa kok :)  Nah, setiap manusia pasti memiliki dan juga membutuhkan suatu waktu untuk me-refresh serta men-charge dirinya agar  kembali dalam keadaan ‘on’ untuk bisa fresh dan enjoy dalam melakukan aktivitas mendatang.

Apa itu?
Yap, Liburan..
Waktu berlibur dapat menjadi suatu momentum penting bagi diri kita maupun orang lain. Liburan dapat merapatkan ‘barisan-barisan’ yang renggang, mempererat ‘tali-tali’ yang longgar, liburan juga dapat menjadi sarana berkumpul dengan keluarga, sanak saudara, dan juga sahabat-sahabat tercinta. Ketika lelah dengan segala aktivitas, liburan dapat menjadi momentum untuk merehatkan jasad, merefresh pikiran, serta membangkitkan ruh kembali. Style liburan setiap orang berbeda, maka dari itu hanya masing-masing diri kita yang tahu kegiatan seperti apa saja yang dapat kita lakukan di waktu liburan ini.

Berlibur juga tidak identik dengan mengeluarkan biaya kok :) karena suatu nilai kebahagiaan dan juga kebermanfaatan tidak selamanya didapatkan semata-mata karena adanya uang. Misalnya, bisa saja kita mengisi waktu berlibur kita dengan sekedar menjumpai sanak saudara atau sahabat-sahabat kita yang lama tidak kita jumpai, tentu kita dan juga mereka akan merasa bahagia dapat silahturahim kembali, di samping itu berbahagialah dengan janji Allah akan ganjaran orang-orang yang suka menyambung tali silahturahim :)

Untuk mempersiapkan liburan, jangan lupa ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu, yaitu : tentukan budgetnya (untuk kegiatan yang perlu biaya), bulatkan tujuan dan niatnya apa dan untuk apa, tentukan objeknya, jangan lupa untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih utama terlebih dahulu supaya liburan tidak lagi terbebani pikiran hutang pekerjaan, srta berdoa agar diberi keridhoan oleh Allah :)

Contoh lainnya, waktu liburan dapat kita manfaatkan untuk sekedar pulang ke rumah atau kampung halaman, setelah sekian lama kita sibuk berkutat dengan aktivitas kuliah, organisasi, serta sekian jalan untuk kepentingan ummat, namun satu hal, keluarga kita juga memiliki hak atas kita, jadi, pulanglah ke rumah, dan temui kedua orang tua, adik dan kakak tercinta. Mungkin yang tidak biasa membantu pekerjaan rumah, bisa dengan sekedar membantu meyelesaikan pekerjaan rumah atau menata tata letak perabot rumah yang sudah membosankan. Atau bisa juga kita ajak ibu untuk membuat suatu masakan istimewa untuk hari itu berkumpul bersama keluarga dengan resep-resep yang belum biasa. Ini bukan hanya untuk kaum perempuan lho, kaum laki-laki juga bisa mempraktikkannya kok, pasti seru!:)

Waktu liburan juga dapat kita isi dengan mengikuti kegiatan-kegiatan lomba dalam bidang yang kita minati, tidak cuma hobi yang bisa tersalurkan, bisa jadi malah rezeki yang diperoleh :D. Bagi yang suka membaca, bisa juga melakukan ‘tour’ atau ‘backpacker’ ke perpustakaan-perpustakaan di luar kota, misalnya kita yang tinggal di daerah Jakarta, mungkin bisa jalan-jalan ke perpustakaan yang ada di universitas-universitas di Bandung, Bogor, dan sekitarnya, hitung-hitung mencari ilmu sekaligus jalan-jalan, asyik kan? Kita juga bisa memanfaatkan waktu liburan kita untuk ‘wisata hati’ ke tempat-tempat yang membutuhkan bantuan, dan membangun sesuatu yang bermanfaat di sana bersama teman-teman.

Apalagi kalau liburan bisa jadi waktu untuk melejitkan serta meningkatkan jumlah hafalan Qur’an kita! Subhanallah.. yuk..

Pada intinya, apapun kegiatan yang kita pilih sebagai sarana pengisi waktu liburan, pastikan bahwa kegiatan itu adalah kegiatan yang tidak hanya dapat menyegarkan pikiran kita kembali, ataupun kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi diri kita maupun orang lain.

Satu hal yang pasti, setiap manusia hanya diberikan jatah waktu yang sama dalam waktu satu hari, yaitu 1x 24 jam dalam satu hari, ditambah lagi kita tidak pernah tahu diusia berapakah ruh dalam diri kita akan kembali pada Sang Pemilik, Allah Azza wa Jalla. Maka dari itu, pastinya walaupun tema kita berlibur, pastinya kita tidak ingin waktu liburan kita berlalu sia-sia begitu saja, bukan? :)  yuk, kita isi waktu liburan kita dengan tujuan ibadah dan dengan penuh kebermanfaatan..

Semoga bermanfaat :)
“Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu olehnya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (HR. Bukhari)

Kalika Rahajeng Biologi 2011 - Pemenang Lomba Menulis Buletin FSI Al-Biruni Edisi Januari 2013


Siapa Pun Kamu..




"Jika hanya tinggal se-ranting dahan yang tersisa, maka pastikan itu kita.
Jika hanya tinggal seorang yang berhasil ke puncak sana, maka pastikan itu kita juga.
Dan jika hanya tinggal seorang yang tinggal di rumah dakwah, pastikan kita ada di dalamnya."

Alhamdulillah, Maha Baiknya Allah.. Yang selalu mengirimkan semilir cintaNya pada setiap hamba.. Maha Baiknya juga Allah, yang Ia tanamkan benih rindu kemenangan di hati para pejuang-pejuangNya.. Begitu sejuk, menyenangkan.. Namun kita sering lupa untuk mensyukurinya..

Ya, Sahabat.. Berbicara tentang dakwah memang tak kan ada habisnya. Dakwah adalah perjuangan. Dakwah adalah jalan yang panjang.. Banyak dari kita yang mampu tangguh berjalan di atasnya.. Namun juga tak sedikit yang berguguran..

Dakwah, erat kaitannya dengan amanah. Sebuah panggulan yang harus kita junjung dan jaga kepercayaanNya.. Sebuah titipan yang suatu saat akan ditanyakan kembali oleh Sang Penitip.. Tentu, bukan sebuah kebahagiaan ketika mendapatkan amanah. Tapi ia juga bukan sebuah kesedihan. Justru dengan amanah itulah, tercermin bahwa kau adalah pejuang pilihan Allah. Yang sengaja ia berikan tanggungan itu padamu, agar Ia mampu melihat seberapa besar cintamu untukNya..

So, siapa pun kamu yang nanti akan menjadi Ketua FSI-Albiruni.. Yakinlah, Allah tak pernah salah pilih :)

Hamasah!! (^.^)/

"Wahai orang-orang yang beriman ! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS Muhammad:7) 


-NE-


Hadiah Terindah Allah

"Capek! Udahan ah. Ane sampe disini aja.", ucap Umar frustasi.
Zaki hanya diam saja menanggapi kawannya ini. Ia tahu, kawannya sedang amat lelah, maka sengaja ia biarkan sejenak kawannya untuk menumpahkan segala keluhnya. 
Setelah beberapa menit.. Umar mereda..
"Mar.. Kau pernah melihat orang naik gunung? Atau jika belum, bisakah kau membayangkannya?"
"Mm.. " 
"Mar.. semua orang pasti tahu gunung itu tinggi.. Jalannya mendaki, lewat rawa-rawa, terjal, banyak jurangnya.. Tapi nyatanya, masih ada saja orang yang ingin mendaki gunung.. Ia berusaha mencapai puncaknya.. Ada kalanya memang di tengah jalan ia lelah. Atau kadang, bisa saja mungkin ia tergantung di tepi jurang.. Tapi mereka masih terus berjuang agar bisa tetap ke atas. Demi satu tujuan. Tak inginkah kau begitu pula Mar?"
"Mm..." (Umar masih belum mengerti)
"Apa tujuan hidupmu?"
"Allah"
"Nah, itulah Mar. Jika memang tujuan hidupmu tetap satu tujuan, Allah.. Maka apa pun itu, kau akan terus berusaha agar bisa meraih ridhaNya.. Tak peduli seberapa pun lelahmu, tak peduli seberapa pun perihnya menghadang jalan ke sana.. Kau akan terus bangkit dan berusaha mencapai puncak.. Puncak cinta dari yang Maha Mencinta.. Yakinlah, akan ada hadiah terindah di sana, di puncak perjalanan. Maka bersabarlah."
(Umar berpikir.. Kemudian memeluk sahabatnya..)
"Terima kasih ya Zak. Terima kasih sudah mengingatkanku.. Aku janji, tidak akan sering mengeluh lagi"
:)

*Ilustrasi di malam hari

-NE-
.

One Heart #2

Kami sedang ta'arufan :)

Alhamdulillah..Betapa indah karunia dan kasih-cinta Allah, hingga ia pertemukan kita kembali dalam ukhuwah yang indah, di tempat yang indah pula..

One Heart #2, acara yang diadakan oleh Kaderisasi FSI Al-Biruni ini memang selalu mengesankan..
Berangkat dari kampus menggunakan transjakarta, membawa bekal bersama, berjalan bersama.. Juga ukhuwahnya yang insyaAllah senantiasa meng-eratkan. 

Siang ini (10/11/2012), dengan udara yang masih sejuk (karena di bawah pohon rindang), kami duduk di atas rerumputan sambil menikmati semilir angin. Mengikuti serangkaian acara yang ada, senang rasanya dapat berbagi cerita dengan kakak atau pun adik kelas kami. Belajar untuk saling mengenal.. Belajar untuk membaca mereka, walau belum mahir membaca karakter, tapi setidaknya kita bisa mulai mengenali karakter teman-teman kita.. :)

Setelah lama kami berkenalan, tiba saatnya mendengarkan taujih dari pembicara. Beberapa hal-hal yang kami catat yaitu sebagai aktivis dakwah bermujahadah (bersungguh-sungguh) itu sangat penting. Bersungguh-sungguh dalam hal apa pun. Ketika sedang belajar di kelas, bersungguh-sungguhlah. Fokuskan pada belajar. Jangan pikirkan yang lain. Begitu juga ketika sedang syura’ (rapat), fokuskan diri kita pada syura’ itu. Jangan pikirkan kuliah.

sebelah kiri Joji, sebelah kanan pembicara

Dalam bermujahadah ini ada dua kuncinya. Yang pertama, harus sabar. Karna ketika bermujahadah, tapi tidak sabar.. Maka kita akan putus di tengah jalan. Ingin cepat-cepat berhasil. Padahal yang paling penting itu adalah proses bagaimana kita mencapai suatu hasil. Bukan hasilnya saja yang dinilai. Yang kedua, pengorbanan. Pengorbanan atas waktu kita, yang harusnya bisa kita gunakan untuk bermain dengan teman-teman, kita gunakan untuk berdakwah. Pengorbanan atas uang kita.. Yang harusnya bisa untuk jajan, kita gunakan untuk membelikan hadiah untuk mentee-mentee kita. La tahzan. Jangan sedih. Percayalah, semua pengorbanan yang kita lakukan akan Allah balas.. Asalkan kita ikhlas karena Allah.

Yang kedua, untuk sukses itu juga perlu memiliki penguasaan pengetahuan dan teknologi. Untuk zaman kita sekarang tentu sangat penting menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Apalagi teknologi saat ini sudah semakin canggih.

Yang ketiga, bangun cita-cita yang tinggi. Jangan takut untuk mewujudkannya. Karna cita-cita yang tinggi akan memacu usaha yang tinggi pula untuk mencapainya. Dan jangan batasi kemampuan kita. Maksimalkan kemampuan yang kita punya.

Nah, demikian ilmu yang kami dapat sob.. Semoga bermanfaat ya.. Semoga dapat kita lakukan dengan baik juga.. SEMANGAT!!




Setelah taujih, kita tukar kadooo. alhamdulillah dapat hadiah yang lucu-lucu. Es blewahnya juga enak :)

Semoga Allah semakin rekatkan hati kita..
-NE-

Bersama Lebih Indah

Bismillahirrahmanirrahim..

Waktu terus berlalu tanpa tahu akan sampai dimana..
Detik demi detik waktu kita sia-sia dengan perbuatan dosa-dosa kecil..
Tempat demi tempat kita datangi tanpa rencana matang dan menghabiskan waktu percuma..
Saudara-saudara seiman sudah kita temui namun tak ada efek apapun dari kita untuk mereka..


Bukankah Rasulullah serta Allah sangat membenci kepada kita yang membuang waktu percuma, membenci senda gurau kita yang tanpa makna, dan membenci kita yang tak mau mengajak sesama?

Wahai saudaraku..

Pernahkah kita berfikir tentang penciptaan kita ke bumi? Pernahkah kita merenungkan tugas kita di bumi ini? Pernahkah kita bertanya kepada Sang Pencipta? Atau apakah kita sudah sangat mengetahui kehidupan dunia ini hingga kita lupa kita pernah diciptakan?

Firman Allah dalam QS. Al-Mu’minun : 115

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

Kembalilah kita kepada fitrah kita sebagai manusia, dan bahkan makhluk lain pun hidup dalam berkelompok dan saling menjaga satu sama lain. Mereka hidup dengan visi yang sama, bersama-sama mencapai misi mereka masing-masing. Namun mengapa kita manusia hidup dalam perpecahan, hidup dalam permusuhan, yang sungguh Allah sangat membenci hal itu. Kembalilah pada jama’ah kita, bersama-sama tegakkan kalimatullah. Bahwa islam sebagai penyempurna dan bukan agama kekerasan, Al-Qur’an adalah firman Allah dan pedoman kehidupan, Rasululah adalah contoh teladan dan berakhlak mulia, serta pemimpin yang ma’ruf harus selalu kita menta’atinya baik dalam kenegaraan, masyarakat, keluarga, maupun organisasi.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-Imran : 103)

Pemimpin dalam suatu jama’ah ibarat kepala bagi tubuh, dalam hal ini kita mengetahui bahwa tubuh dapat berfungsi jika memiliki kepala dan kepala tidak mampu berbuat apapun tanpa memiliki tubuh. Itu artinya kita harus selalu bersama-sama dalam menggapai tujuan mulia as-silmi (kedamaian) pada kehidupan. Pada hakikatnya kehidupan ini tidak hanya difikirkan oleh kepala yang terbatas, namun disana ada kerjasama yag baik antara kepala dan hati. Dimana hati disini dimiliki oleh kaum ibu, para pendidik generasi masa depan, pemimpin dalam rumah, dan penyempurna dalam agama. Lihatlah saudaraku, tidak ada dalam tulisan ini dan firman ALLAH yang menyebutkan untuk bekerja sendiri-sendiri, namun akan selalu disinggung agar manusia senantiasa dalam jama’ah.

Rasulullah SAW besabda :

“Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang yang dipimpinnya. Pemerintah adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Lelaki itu adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. Wanita itu adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya (suami dan anak). Pembantu itu adalah pemimpin dalam menjaga harta majikannya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya.” (Muttafaq’alaih)


Apapun kedudukan, jabatan dan peringkatnya, seorang pemimpin tetap dibebani amanah dan berbagai tanggung jawab. Maka jangan sekali-kali kita meminta amanah sekecil apapun, kecuali yang telah dipercayakan kepada kita. Jika kita sudah diberi amanah, maka tidak ada kata lain selain melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dan lakukan sesuai contoh dari Rasulullah.

Walahu’alam bishawab


Andry Muhayat-Kadept Syi'ar FSI Al-Biruni FT UNJ

FSI-Albiruni, "Rahim" Pencetak Mahasiswa Terbaik Fakultas Teknik


FSI-Albiruni adalah lembaga Kerohanian Islam di Fakultas Teknik UNJ. Dan merupakan lembaga ORMAWA yg dinaungi langsung oleh Birokrat dan Mahasiswa Muslim FT UNJ. Istilah FSI atau Forum Study Islam adalah sebuah cerminan dari pondasi dan jati diri lembaga ini, dimana tempat inilah yang kerap dijadikan sebagai wadah diskusi, mencari ilmu, dan menjalin ikatan persaudaran dalam bingkai keimanan Islam di FT UNJ.
 "Kamu adalah umat terbaik, yang dilahirkan untuk manusia. Menyeru pada yg ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah." (QS. Ali imron: 110)
Sebuah firman Allah SWT yang penulis awali diatas adalah bentuk perintah dari pengenalan dalam diri seorang muslim, meski penulis menyadari bahwa dalam kapasitas ini penulis belum mumpuni untuk menafsirkan, namun mari sama-sama kita cermati dan pelajari tentang hak dan kewajiban seorang muslim dalam surat Ali-Imron ayat 110 ini. Let's learn it together.. :)

Kamu adalah umat terbaik

Sebuah apresiasi tertinggi dari Allah swt kepada entitas makhluk yang bernama manusia, bahwa disana ditegaskan tentang derajat dari sekelompok umat tertentu. Namun pertanyaannya siapakah umat tersebut? Apakah kaum berilmu macam professor? Atau para cendikiawan? Apakah rektor, dosen atau mahasiswa? Yang disebut-sebut oleh Allah pada kalam-Nya tersebut? Tentu disini akan ada pembahasan menarik, kawan. Dalam kelanjutan ayat ini, Allah swt memberikan beberapa ciri-ciri khusus tentang kaum tersebut. Hayoo udah ada yang tau?

Ya, benar sekali kawan. Jika kalian membaca dari kelanjutan ayat tersebut, maka kita akan menemukan ciri dari umat yg disebutkan secara langsung oleh Allah, Ada tiga kata denotatif  yang kita temui dan kita cerna sebagai gambaran ciri umat terbaik itu: mereka ber-amar ma’ruf, mereka ber-nahi mungkar, dan mereka beriman kepada Allah. Cuma itu aja syaratnya.. Simple kan? :)

Namun persyaratan yang simple tadi ternyata mampu dijabarkan dalam konteks perwujudan realitas lho kawan. Kita mulai dari amar ma’ruf, ialah sebuah sifat yg menjadikan prilaku baik sebagai komando utama dalam nilai kehidupan lalu membiasakan sifat ini menjadi kebutuhan primer manusia sebagai seorang individual. Contohnya: beribadah (sholat, puasa, berdzikir). 

Lalu nahi munkar, bisa kita artikan sebagai fitrah dari kepedulian manusia sebagai makhluk sosial yang turut serta melakukan perbaikan dilingkungan dan orang lain contoh: (mengajak sholat, mengajar, berdakwah ataupun membantu saudaranya yg kesusahan, dsb). Dan yang terakhir dari ciri umat terbaik menurut surat ali-Imron ayat 110 tadi  ialah beriman kepada Allah, kita sebagai muslim wajib meyakini bahwa pahala, surga, dan ridho Allah ialah hanya untuk orang-orang yg beriman kepada-Nya. Yang mengakui keEsaan-Nya, dan sekalipun tidak pernah menyekutukan-Nya. Dengan demikian, lengkaplah proposal kita untuk turut serta menjadi bagian dari umat terbaik versi Sang Pencipta.

Jadi sedikit kesimpulan dari pembahasan ini adalah, mari sama-sama kita berlomba untuk mengerjakan perintah Allah sesuai QS. ali-imron ayat 110 diatas. Agar kita termasuk kedalam umat yang Allah sanjung, banggakan dan dijuluki umat terbaik tersebut. Oke..? Semangat kawan!! :)

LALU APA KAITANNYA DENGAN FSI-ALBIRUNI??

FSI Al-Biruni

Dalam pembahasan diatas, kita coba kaitkan FSI Al-biruni tercinta kita dengan QS. Ali-imron :110.  Terutama dengan para pejuang tangguh yang senantiasa setia menjaga dan menegakkan nilai islam di FT UNJ, hingga sentuhan islam tersebut sampai kepada kita melalui syiar-syiar islam oleh FSI albiruni. Terima kasih Al-Biruni.. :)

Seperti judul awal diatas, "FSI-Albiruni sebagai 'rahim' pencetak mahasiswa terbaik Fakultas Teknik UNJ."

Hmmm, boleh penulis katakan bahwa mayoritas para pemimpin dikalangan mahasiswa diskursus pada kampus hijau kita, UNJ, ialah orang-orang yang terlahir dari penggiat aktivitas kerohaniannya. Kenapa bisa seperti itu? Ya, mereka para penggiat kerohian dalam konteks ini "aktivis kerohanian Islam” adalah orang-orang yang dibentuk secara intelektual yang keseluruhan, yaitu nilai intelektualitas yang mencakup dalam beberapa aspek meliputi IQ, EQ serta SQ, dan proses pembentukan tersebut banyak didapati dalam kegiatan, materi dan pembinaan yang kerapkali diadakan dalam agenda kerohanian mereka. 

Jadi tak terlalu berlebihan jika dalam hal ini penulis  memberikan sedikit contoh keberhasilan ‘pembinaan mushola’ dalam mencetak pemimpin-pemimpin di kalangan mahasiswa UNJ, sebut saja Kak Alie Sibro, Kak M. Hadi Kesumah, Kak Aditya Pradipta, dan terkahir Kak Roby Tri Wahyudi. Mereka adalah nama-nama yang sejak beberapa tahun terakhir menghiasi kursi jabatan sebagai ketua BEM UNJ sejak thn 2009-2012.

Jadi, luar biasa kan? (Itu belum seberapa, faktanya sejak awal tahun 2000, ketua BEM UNJ kita adalah ‘anak Mushola’ yang sholeh-sholeh lho.. subhanallah ya.. :) Jadi seperti itu teman, bukti dari pembinaan/Mentoring yang diadakan adalah bukan tanpa tujuan. Melainkan sebagai fasilitas penunjang keberhasilan kalian yang akan dicetak sebagai pemimpin masa depan.

Lalu bagaimana dengan FT UNJ? Di FT UNJ sendiri telah diadakan agenda mahasiswa baru yang bernama Mabim (masa bimbingan) atau nama lainnya adalah mentoring yang dikelola oleh BEM Fakultas dan Jurusan. Sifatnya sama, mentoring/mabim ini diwajibkan kepada seluruh maba FT, yang berfungsi untuk mengarahkan maba dalam menjalani masa awal perkuliahan. Jelaaas, fungsi mabim/mentoring sangat besar dalam mempersiapkan pemimpin masa depan di FT UNJ. Karena mereka yg terbina dengan baik, adalah mereka yang siap menjadi pemimpin.

Akan tetapi, “Orang yang terbina dan aktif dalam aktivitas kerohanian adalah orang yang lebih siap menjadi pemimpin”. Sebab mereka lebih memiliki kesiapan, bukan hanya dari segi IQ, akan tetapi EQ dan SQ yang terbentuk matang. Kecerdasan spiritual dan emosional yang biasa ditempa dalam jalin kekeluargaan dan kedekatan terhadap Allah-lah yang kelak menjadi modal terbaik mereka sebagai pemimpin.

Lagi-lagi kita ambil contoh beberapa nama, tau kan sama Kak Asghor (TE’09)? Iya, beliau adalah ketua BPM FT yang sangat luar biasa, karakter kepemimpinan yang dimiliki beliaupun didapati ketika menjalani pembinaan dan aktif dikerohaniannya. Nama lain juga seperti Hernawa Tri Wibowo (TM’10) dan Pulung Alfatoni (TE’10) yang masing-masing menjabat sebagai ketua BEM Jurusan mereka pada periode 2012 ini, dan mereka masih aktif  terbina alias ikut mentoring lhoo.

Masih banyak lagi, Kak Ahmad Khairudin, Kak Dwi Riyanto juga adalah orang-orang yang terlebih dahulu merasakan manfaat mentoring, hingga kini mereka menjadi orang berpengaruh dikampus, bahkan mereka adalah aktivis FIM (Forum Indonesia Muda) sebuah lembaga tingkat nasional yang terseleksi secera ketat. Oh iya, bahkan pengisi materi dalam MPA FT 2012 adalah mantan ‘anak mushola’ FT, masih ingatkan? Kak Akmal Dicky, S.Pd dan Pak Wijaya Kusuma, M.Pd. Malah Pak Wjiaya itu mantan ketua FSI Al-Biruni juga lhoo.. Hayo siapa yang mau jadi seperti Pak Wijaya? Guru hebat yang aktif sebagai penulis dan blogger yang luar biasa. Jadi ketua FSI dulu syaratnya.. hehehe :D

Namun karakter pemimpin yang telah diulas tadi, bukanlah serta merta tumbuh dengan cepatnya, akan tetapi butuh sebuah proses pembentukan. Sebuah proses yg terbentuk dari aktifitas yang sesuai dengan Qs. Ali imron : 110 yang telah kita bahas diawal. Jadi mereka, para pemimpin yang penulis sebutkan tadi), adalah mereka yang terus belajar untuk berproses. Mereka ber-amar ma’rufber-nahi munkar, dan tentunya beriman kepada Allah. Maka dari sebab itulah Allah meridhoi mereka menjadi seorang berkarakter, Allah meridhoi mereka menjadi seorang yang tetap aktif mengikuti mentoring, lalu Allah meridhoi mereka menjadi seorang yang tangguh dan akhirnya Allah meridhoi mereka menjadi seorang pemimpin terbaik, InsyaAllah.

Maka dari itu, tetaplah antusias wahai teman-teman baruku dalam mengikuti proses pembinaan, tetaplah semangat wahai sahabatku yang memandang indah masa depan dalam  konsisten memperbaiki diri, hingga kelak kita mampu memperbaiki kondisi umat agar menjadi lebih baik. Karena pemimpin terbaik ialah mereka yang telah dibentuk, bukanlah dilahirkan…

TETAPLAH MENJADI BAGIAN UMAT TERBAIK SAHABATKU.. ALLAHU AKBAR!!




Oleh: Jimmy Julian,
Mahasiswa Jurusan IKK 2010

Untuk-Nya (Allah) Apakah Cukup Hanya Sisa Waktu Kita? Na'udzubillah!

Untuk-Nya (Allah) Apakah Cukup Hanya Sisa Waktu Kita? Na'udzubillah!
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Entah untuk yang ke berapa kali pagi itu shalat subuh si Fulan tertinggal untuk berjamaah. Waktu sudah menunjukkan pukul 05.30 pagi dan pada jam segitu masjid sudah barang tentu kosong dari jamaah. 

Kemudian ... dengan mata yang masih sepet Fulan beranjak untuk mengambil air wudhu dan dilanjutkan dengan shalat subuh secara munfarid. Saking seringnya tidak ada perasaan sesal yang singgah di benak Fulan ini. Seolah hal yang wajar apabila shalat subuh dikerjakan pukul 05.30 pagi.

Bukan hanya itu, sebagai orang yang tinggal di kota yang padat dengan aktivitas mengharuskan untuk selalu berburu dengan waktu. Otomatis selepas shalat subuh sendirian tidak bisa melakukan dzikir pagi karena harus segera merapikan diri untuk berangkat kerja, apalagi baca quran, satu ayat pun tidak akan keburu.

Tapi entah kenapa untuk masalah pekerjaan Fulan selalu berusaha untuk tepat waktu masuk kantor. Jam masuk kantornya adalah jam delapan pagi dan Fulan sering sampai disana sebelum jam delapan.

Setiap pergi ke kantor Fulan selalu berusaha untuk tampil rapi dan wangi dan hal ini sangat bertolak belakang dengan aktivitasnya ketika bangun tidur. Aktivitas shalat subuh Fulan cukup dengan menggunakan pakaian tidur, tanpa gosok gigi, apalagi wangi-wangian. Intinya yang penting kewajiban sudah gugur.

Sebagai seorang karyawan Fulan selalu mendedikasikan dan mengerjakan segala tanggung jawabknya dengan sungguh-sungguh dan senang hati. Hal ini diperlukan agar kinerjanya baik yang akan berakibat bagusnya karir di kemudian hari.

Karir bagus akan berbanding lurus dengan penghasilan tentunya. Boleh di bilang Fulan ini seorang yang perfectionist. Apabila terjadi suatu kesalahan, Fulan akan dengan segera menelusuri akar penyebab masalahnya dan mencari solusi terbaik sehingga masalah ini tidak muncul lagi.

Pada jam istirahat, selepas makan siang, biasanya Fulan asyik ngobrol dengan teman-teman kerjanya. Biasanya Fulan shalat Dzuhur lima menit menjelang bel masuk berbunyi. Walhasil shalat dzuhur yang dikerjakannya sangat minim waktunya. Dari mulai wudhu pun terlihat terburu-buru. Maka selepas salam Fulan langsung kembali bekerja. Tidak ada dzikir ataupun shalat ba’diyah dzuhur.

Gambaran di atas bisa jadi merupakan refleksi dari rutinitas harian kita. Di sadari atau tidak terkadang kita tidak adil dalam menyikapi urusan dunia dan akhirat. Meski kita sering mengatakan bahwa dalam hidup ini harus seimbang antara dunia dan akhirat kita. Tapi, tanyalah ke dalam lubuk hati ini, benarkah perkataan itu? Benarkah kita sudah memposisikan timbangan dunia dan timbangan akhirat pada posisi yang sama tinggi jika takarannya harus seimbang?

Kalau boleh jujur kita lebih cenderung memperhatikan kepeluan dunia kita. Dalam arti nilai-nilai agama jarang sekali dilibatkan dalam seluruh aktivitas kita.

Dalam pekerjaan kita sering berusaha untuk datang tepat waktu. Jika sekali saja terlambat maka keesokan harinya akan bangun dan berangkat lebih awal agar tidak terlambat lagi. Tapi kita jarang sekali khawatir karena telah mengakhirkan shalat, bahkan kalau sedang asyik biasanya kita dengan tenang meninggalkan kewajiban tersebut tanpa ada sesal yang singgah di hati.

Kita selalu berpenampilan rapi, harum dan segar setiap pergi ke kantor. Kita selalu memberikan penampilan terbaik dalam bekerja bahkan memakai seragam sesuai peraturan perusahaan. Namun dalam sujud kepada Alloh kita cukup memakai kaos oblong dan sarung seadanya. Bahkan hal yang wajar memakai pakaian yang terlihat aurat dalam keseharian meski dalam aturan Allah kewajiban untuk menutupnya cukup jelas.

Agar mudah mendapatkan pekerjaan banyak dari kita sekolah sampai jenjang yang tinggi. Latar belakang pendidikan akan mempengaruhi masa depan kita nantinya, terutama dalam masalah jenjang karir. Lagi, sampai saat ini kita masih belum mengetahui bagaimana cara wudhu yang baik sesuai dengan petunjuk nabi. Artinya, bagaimana shalat kita diterima apabila kita keliru dalam berwudhu. Ajaibnya hal itu tidaklah dianggap terlalu penting karena tidak pernah ditanyakan dalam setiap interview di perusahaan.

Masih banyak hal-hal lain dimana kita tidak adil dalam menempatkan antara dunia dan akhirat. Padahal, seandainya kita mau sedikit mempelajari, apa yang kita lakukan dalam 24 jam bisa bernilai ibadah.

Namun untuk mempelajarinya badan ini sudah terlampau letih oleh setumpuk pekerjaan. Saking letihnya kita sering ketiduran untuk melaksanakan shalat isya. Namun, meskipun badan ini letih terkadang kondisi badan bisa menjadi fit kembali ketika ada panggilan dari atasan meskipun itu tiba-tiba.

Begitu pun pada hari libur di akhir pekan. Dengan alasan istirahat kita menghabiskan waktu dengan tidur, nonton tv, shopping, ke bioskop, hang out, dll. Sangat jarang dari kita untuk meluangkan waktu sesaat untuk sekedar membaca satu ayat dari ribuan firman Alloh. Apalagi membaca satu bab tata cara berwudhu.

Bahkan meskipun tidak dalam kondisi bekerja kita masih saja tidak dapat melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Tetapi jika sang pacar meminta waktu untuk bertemu, kita akan dengan sigap memenuhi permintaannya itu tanpa pikir panjang dan tepat waktu.

Tidak salah jika sesekali kita memanjakan diri dengan hiburan di tengah kesibukan sehari-hari. Tapi apakah tidak ada waktu untuk sekedar bercakap-cakap dengan Alloh meski dengan shalat di awal waktu? Atau sekedar membaca satu ayat saja setiap minggunya?

Sebenarnya hukum untuk mendapatkan kebahagiaan dunia sama dengan kebahagiaan akhirat. Kita akan mendapatkan kemapanan hidup apabila memiliki bekal ilmu yang cukup dan bersungguh-sungguh bekerja. Tentunya untuk mendapatkan ilmu tersebut kita memerlukan waktu untuk mempelajarinya bahkan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Semua itu kita lakukan dan jalani dengan kerelaan.

Untuk mendapatkan akhirat pun demikian. Diperlukan ilmu yang cukup dan kesungguhan untuk mengamalkannya. Ilmu tersebut pun harus diusahakan dengan cara menuntut ilmu dan itu memerlukan waktu dan biaya.

Namun kenapa kita menjadi pelit untuk segala hal yang dapat membuat kita lebih memahami ajaran islam. Membeli buku aqidah seharga lima puluh ribu akan terasa mahal apabila dibandingkan dengan jalan-jalan yang bisa menghabiskan uang sampai ratusan ribu rupiah.

Berhenti sejenak dan merenungi atas apa yang telah kita kerjakan mungkin salah satu sikap yang bijak. Mencoba berfikir atas semua aktivitas kita apakah sudah proporsional dan adilkah kebutuhan dunia dan akhirat kita tunaikan?

Akan terlalu berat mungkin apabila kita mengikuti Rasulullah dalam semua hal.

Paling tidak ada proses untuk berkeinginan mengenal Allah dalam ibadah-ibadah pokok dan milibatkan-Nya dalam seluruh aktivitas kita. Setidaknya untuk tidak lupa mengucapkan basmalah dalam setiap memulai aktivitas sehingga akan bernilai kebaikan. Allah pun tidak membebankan syariat-Nya melainkan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya.

Wallahu’alam ...