Ahlan wa Sahlan Sahabat FSI Al-Biruni..
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

FSI AL BIRUNI 2015


Forum Studi Islam ALBIRUNI 2015
FAKULTAS TEKNIK
O     VISI
Menjadikan FSI Al-Biruni sebagai pusat pengembangan karakter mahasiswa muslim di Fakultas Teknik dalam mewujudkan Fakultas Teknik yang Islami
O     MISI
O     Membina keislaman, keimanan serta keilmuan para mahasiswa muslim di lingkungan fakultas teknik.
O     Menjadikan lingkungan fakultas teknik yang kondusif dalam melakukan kajian-kajian islami.
O     Membudayakan berpikir ilmiah serta kritis bagi para mahasiswa muslim di fakultas teknik.
O     Mensinergikan komponen komponen yang ada di lingkungan fakultas teknik agar tercipta harmonisasi gerakan.
O     Menerapkan Tugas Baca bagi para pengurus FSI Albiruni
O     JARGON
O     #SejatinyaKitaSahabat
STRUKTUR KEPENGURUSAN
Ketua Umum : Luthfyatma Hardi ( Elektro 2012 )
Wakil Ketua : Febriyanto ( Mesin 2012 )
Ketua Keputrian : Sarah Luthfiah ( Elektro 2012 )
Sekretaris : Ela Julekha ( Elektro 2013 )
Bendahara : Neng Yeni ( IKK 2013 )

Biro Annisa
Ka. Bir : Nine Fridayani ( IKK 2012)

Departemen Kaderisasi
Ka. Dept : Ahmad Roki Robbani ( Sipil 2013 )
Korwat : Elsa Friska Putri ( Mesin 2012 )

Departmen Mu’amalat
Ka. Bir : Gholamreza Aqajade ( Elektro 2012 )
Korwat : Nurul Rohmah ( Elektro 2013)

Departmen Syi’ar
Ka. Dept : Fajar Maulana Syarif ( Elektro 2012 )
Korwat : Ayu Sulistia ( Elektro 2012 )

Departemen Kemakmuran Mushola ( DKM )
Ka. Dept : Singgih Wicaksono ( Mesin 2013 )
Korwat : Runi Khairun Nissa ( Sipil 2013 )

Departemen HAMAS (Humas dan Media Islam)
Ka. Dept : Mohammad Syamsul Nur ( Elektro 2012 )
Korwat : Juniar Cyninthia Pratami ( Elektro 2013 )

Departemen Islamic  Mentoring Club (IMC)
Ka. Dept : Ahmad Barkah ( Mesin 2013 )
Korwat : Dina Safitri ( IKK 2012 )

Departemen Qur’an Center
Ka. Dept : Syaifulloh Mahydien ( Elektro 2012 )
Korwat : Qori Imamah ( Elektro 2013 )


JUMLAH PENGURUS: 156 Orang


O     PROGRAM KERJA:

O     Muslim Adventure 2015: Kegiatan seru bernuansa islami yang khusus dipersiapkan untuk kamu mahasiswa baru. Mengenal lebih dekat teman baru 1 angkatan. Suka petualangan? Jangan lewatkan, ON SEPTEMBER!
O     PRAKTEK (Pengajian Rabu Anak Teknik): Kajian rutin untuk menambah ilmu dan wawasan tentang islam. Setiap hari Rabu jam 16.00. FREE
O     KALIMAH (Kajian Muslimah) Fakultas Tenik: Kajian rutin ini khusus buat kamu wanita-wanita muslimah di Fakultas Teknik. Berisi materi, praktek ketrampilan memasak, menjahit, bedah buku, dan lain-lain.
O     BMAQ: Belajar Membaca Al-Qur’an. Yuk belajar bersama untuk melancarkan bacaan Al-Qur’an kita.
O     Islamic Engineering Festival: Festival yang berisi rangkaian agenda seperti seminar, pelatihan, lomba-lomba. Yuk gabung!
O     Lain-lain: Ramadhan Ceria, One Heart, Sekolah Muslim FT, Muslim Fighter, Super BBM,
 

NSP (Ngumpul Semua Pengurus) *1415# : Syuro Akbar FSI Al-Biruni 2014-2015


Untuk mempererat Ukuwah sesama pengurus, Forum Studi Islam (FSI) Al-Biruni Masa Jihad 2014 – 2015 Mengadakan Kegiatan NSP (Ngumpul Semua Pengurus) yang sekaligus merupakan Syuro Akbar seluruh pengurus FSI Al-Biruni. Kegiatan ini di laksanakan pada hari Sabtu, 09 sya’ban 1435 Hijriyah atau Bertepatan dengan 07 Juni 2014 Masehi di Halaman Mahasiswa (HaMas) FT. 

Acara Kali ini lebih istimewa karena selain ngumpul bareng dan syuro akbar, kegiatan ini juga di tambah dengan acara rujak party yaitu ngerujak bersama  semua pengurus yang  pembagian buah - buahan nya di bawa oleh masing-masing depertemen. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat Ukuwah Islamiyah antar pengurus FSI Al- Biruni masa jihad 2014 2015


Acara di mulai pada pukul  11.00 WIB, di awali dengan  tilawah oleh Akhina Ibnu Hary Wahyudi (staff Kaderisasi ). Selanjutnya MC membuka acara dengan Bacaan Basmalah. Pada Kesempatan Kali ini Indra Giri Sukmana, Selaku Ketua FSI Al- Biruni 2014 -2015 memberikan arahan tentang kegiatan FSI yang akan di laksanakan dalam waktu dekat.  FSI Al- Biruni memfokuskan pada 5 agenda terdekat yang akan segera di laksanakan, yaitu Bulan suci Romadhon, MPA (Masa Pengenalan Akademik ), MA ( Muslim Adventure), IEF ( Islamic Enginering Festival ), dan MF ( Muslim Fighter)”, jelas akhina Indra



Acara dilanjutkan dengan Syuro Akbar dan hearing kegiatan MA (Muslim Adventure) yang dipimpin oleh ketua pelaksana MA 2014 yaitu akhina Ahmad Barkah. Barkah mengajak kepada panitia MA untuk membuat sesuatu hal yang berbeda dari tahun sebelumnya, ada tiga hal yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Pertama kemauan yang kuat, ke-dua adalah tim yang solid, dan ke-tiga adalah pemikir yang hebat.


 

Selain hearing kegiatan MA, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan hearing kegiatan MF (Muslim Fighter) yang dipimpin oleh Kepala Departemen Kaderisasi, yaitu akhina Fajar Maulana Syarif. Akh Fajar memperkenalkan kegiatan MF yang insyaAllah akan dilaksanakan pada bulan Desember 2014. Dalam kegiatan ini akh Fajar memiliki konsep yaitu, setelah MF peserta dapat mengembangkan pola pemikiran terhadap masalah yang di hadapi dalam ranah dunia dakwah.
Selanjutnya acara hearing  kegiatan IEF (Islamic Enginering Festival ) yang di pimpin oleh akhina Chandra. Akh Chandra meminta semua pengurus untuk berpartisipasi dalam kegiatan IEF ini. Dan yang terakhir hearing acara Ramadhan Ceria, yaitu serangkaian agenda kegiatan FSI Al- Biruni di bulan Ramadhan yang dipimpin oleh akhina Andi Setiawan. 

Sehabis selesai shalat Dzuhur dan makan, acara dilanjutkan kembali. Setelah sebelumnya semua rancangan agenda kegiatan di paparkan, MC membuka sesi diskusi untuk semua peserta kegiatan dalam rangka memberikan masukan atau saran untuk kegiatan yang akan di laksanakan oleh FSI Al- Biruni. Beberapa staff dan pengurus menyampaikan pendapat dan sarannya untuk kegiatan yang akan dilaksanakan nanti.


Akhirnya, ucapan terimakasih kepada seluruh pengurus FSI Al-Biruni masa jihad 2014-2015 disampaikan oleh ketua FSI Al-Biruni, untaian do’a dan harapan ia sampaikan agar seluruh pengurus dapat menjalankan amanah yang diembannya sampai masa kepengurusan selesai. Kegiatan diakhiri pada pukul 15.00 WIB dengan ditutup pembacaan do’a yang dipimpin akh Fajar Maulana Syarif. 
(HAMAS/Hadi)




Kriteria Pemimpin






Oleh: Hamid Fahmi Zarkasy

“…….. jabatan adalah amanah, ia pada hari kiamat akan menjadikan yang menyandangnya hina 
dan menyesal kecuali yang mengambilnya dengan benar (bihaqqiha
dan menunaikan tugasnya dengan baik.” 

Itulah nasehat Rasulullah kepada Abu Dzar al-Ghifari yang meminta jabatan kepada beliau. Sabda Nabi itu bukan hanya untuk Abu Dzar, tapi untuk umatnya. Nadanya seperti mengancam, tapi seorang Nabi perduli pada umatnya itu sedang mewanti-wanti.  Ada tiga kriteria pejabat atau pemimpin (imam) yang tersembunyi dalam pesan diatas yaitu: amanah, mengambil dengan benar dan menunaikan dengan baik.

Kriteria diatas tidaklah sederhana. Sebab pemimpin dalam gambaran Nabi adalah pekerja bagi orang banyak, bukan sekedar penguasa. Dan pekerja seperti digambarkan oleh al-Qur’an harulah orang yang kuat dan terpercaya. “Sesunguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja, ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya” (al-Qashas :26)

Kuat pada ayat diatas adalah kuat bekerja dalam memimpin. Sedang maksud amanah adalah tidak berkhianat dan tidak menyimpang, dengan motif karena takut kepada Allah. Maka sebagai pekerja untuk umat, sifat kuat bekerja adalah prasyarat penting pemimpin. Tapi yang lebih penting lagi adalah menjaga sifat amanah yang bisa hilang karena tuntutan pekerjaannya. (Yususf al-Qaradhawi, Al-Siyayah al-Syar’iyyah Fi Dhaui Nushus al-Syari’ah wa Maqashiduha).

Nabi pun konsisten dengan kriterianya.  Khalid bin Walid dan ‘Amr bin Ash yang baru masuk Islam diberi jabatan pimpinan militer. Padahal ilmu keislaman mereka berdua belum mamadahi. Tapi ternyata keduanya dianggap kuat bekerja dan mampu menjaga amanah. Sebaliknya, orang sealim Abu Hurairah yang sangat kuat hafalan haditsnya dan banyak mendampingi rasulullah tidak diberi jabatan apa-apa. Semangat Hasan bin Tsabit membela Islam juga tidak masuk kriteria orang yang layak memegang pimpinan atau jabatan. Tentu lagi-lagi karena tidak masuk kriteria pemimpin yang dicanangkan Nabi.

Masalahnya, seseorang bisa gagal menunaikan tugas kepemimpinannya karena tidak mampu mempertahankan amanah (khiyanat) atau karena tidak ada ilmu untuk itu (jahil). Maka al-Qur’an memberi pelajaran dari kisah Nabi Yusuf. Disitu dikisahkan bahwa ia diberi kedudukan tinggi oleh raja karena dapat dipercaya (amin), pandai menjaga (hafiz) dan berpengetahuan (alim) (Yusuf; 54-55). Ini berarti kriteria pemimpin ditambah satu syarat lagi yaitu “hafizh artinya menjaga amanah. Hal ini disinggung Nabi dalam hadith yang lain: “Sesungguhnya Allah akan menanyai setiap pemimpin tentang rakyatnya, apakah menjaganya (hafiza) atau menyia-nyaikannya.” (HR. Nasa’i dan Ibnu Hibban).

Syarat yang satu lagi adalah sifat al-‘Alim. Artinya mengetahui apa yang menjadi tanggung jawabnya; mengetahui ilmu tentang tugasnya. Adalah malapetaka suatu bangsa jika pemimpin yang dipilih dan dipercaya rakyat ternyata tidak cukup ilmu tentang tugasnya. Inilah yang diwanti-wanti Umar ibn Khattab bahwa “amal tanpa ilmu itu lebih banyak merusak daripada memperbaiki”. Disini kita akan mafhum apa kira-kira sebabnya Abu Zar tidak diberi jabatan oleh Nabi.

Ringkasnya, pemimpin atau pejabat Muslim yang sesuai dengan ajaran Islam adalah yang bersifat amanah, memperolehnya dengan benar,  menunaikan dengan baik, kuat, dapat dipercaya  (amin), pandai menjaga (hafiz) amanahnya dan berpengetahuan (alim) tentang tugas kepemimpinannya.

Dari kriteria di atas, nampaknya Nabi tidak mengisyaratkan bahwa pemimpin Muslim itu harus seorang yang tinggi ilmunya dalam bidang agama. Seorang muslim dengan kekuatan leadership dan amanahnya bisa menduduki jabatan tertinggi meski ilmu agamanya tidak setingkat ulama. Ini pulalah yang disimpulkan oleh Yusuf al-Qraradhawi. Namun, tidak berarti orang yang buta agama atau bahkan yang sekuler-liberal bisa masuk dalam kriteria Nabi diatas. Sebab seseorang tidak akan amanah jika ia tidak memahami syariah.

Pemimpin yang tidak tahu agama bisa lepas dari Tuhannya, atau jauh dari masyarakatnya. Sebab seorang pemimpin (amir/imam) memiliki dua tugas yakni : beribadah kepada Allah dan berkhidmat kepada masyarakat. Untuk beribadah diperlukan ilmu dan iman, untuk berkhidmat diperlukan ilmu untuk mensejahterakan rakyat. Oleh sebab “Pemimpin yang tidak berusaha meningkatkan materi dan akhalq serta kesejahteraan rakyat tidak akan masuk surga”. (HR Bukhari).

Kriteria pemimpin (amir/imam) yang dicanangkan Nabi dan ditambah dengan kriteria dari al-Qur’an itu diterjemahkan oleh al-Mawardi dalam al-Ahkam at-Sultaniyyah menjadi enam. Enam kriteria itu adalah berperilaku adil, memiliki ilmu untuk mengambil keputusan, panca indera yang sehat (khususnya alat dengar, melihat dan alat bicara), sehat secara fisik dan tidak cacat, perduli terhadap berbagai masalah, dan terakhir  tegas  dan percaya diri.

Namun, kriteria-kriteria diatas secara amali (praxis) berkulminasi pada dua sikap nurani yaitu pemimpin yang mencintai dan dicintai; yang mendoakan dan didoakan rakyat. Bukan pemimpin yang dibenci dan dikutuk oleh rakyat (HR Muslim). Tapi bagaimana akan mencintai rakyat jika pemimpin itu lebih cinta jabatan dan partai politiknya?



[Sumber : hamidfahmy.com, via islampos]

Yakinkah Kita Sudah Berdakwah?

"Oh tentu saja sudah. Saya sampai jarang tidur. Pulang malam. Ngerjain proposal." 
"Apalagi saya. Sampai gak pulang ke rumah. Nginep di rumah temen."
"Saya juga. ...dst."

Ikhwahfillah. Sebenarnya, apa hakikat dakwah itu? Dakwah adalah menyeru. Dakwah adalah mengajak. Dakwah adalah membina, menuntun, membawa mereka ke dalam kebaikan.. 

Coba mari kita layangkan pikiran sejenak.. Ketika di kampus..Adzan ashar sudah berkumandang, namun salah satu teman kita ingin pulang.. Padahal kalau pulang, macet dan bisa kemungkinan tidak mendapat shalat ashar. Apa yang kita lakukan?

Kedua, jika kita melihat teman kita melakukan maksiat, misalnya berpacaran dengan berpegang-bepegangan, dll. Apa yang kita lakukan?

Apakah kita hanya diam, dan mengatakan "Oh ya silahkan.."
Atau kita hanya akan mengiriminya sms tausiyah nanti malam?

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengadzab orang-orang secara keseluruhan akibat perbuatan mungkar yang dilakukan oleh seseorang, kecuali mereka melihat kemungkaran itu di depannya, dan mereka sanggup menolaknya, akan tetapi mereka tidak menolaknya. Apabila mereka melakukannya, niscaya Allah akan mengadzab orang yang melakukan kemungkaran tadi dan semua orang secara menyeluruh.” [HR. Imam Ahmad]

Ikhwah, sungguh tak ada yang salah dengan pengorbananmu mengerjakan semua proposal, proker, dan lain sebagainya.. Itu sebagai bukti cintamu pada dakwah. Tapi yang perlu kita renungkan sekarang adalah..Apakah kita sudah benar-benar berdakwah?

Atau kita hanya tersibukkan dengan proker-proker..hingga kita lupa bahwa dakwah bukan hanya tentang proker, dan bukan hanya tentang seberapa banyak jama'ah yang hadir dalam tiap agenda.. Tapi dakwah adalah seberapa banyak mereka yang tersentuh dengan lisanmu, tulisanmu, teladanmu, dan ajakmu..hingga akhirnya mereka berubah.. Inilah dakwah, ikhwah.

Mereka mungkin tak mengerti 'kenapa saya harus ikut agenda ini', mungkin ada yang hanya ikut-ikutan saja.. Tapi sungguh, jika kau masih mampu.. Berdakwahlah di mana saja, di kelas, di rumah, di jalan, di kantor, di manapun tempatmu ada, di situlah kita harus berdakwah. Mereka butuh ajakmu.. Mereka butuh seru-mu.. 

Kita pasti sayang dengan saudara-saudara kita.. Maka, mari bangun dakwah dengan sebenar-benar dakwah. Proker tetap jalan, dakwah individu tak ketinggalan..

Hamasah!

Saling mengingatkan..
#catatan untukku, juga untukmu, wahai pejuang.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Al-Imran : 104)



Come Back..!

Come Back..!
THIS IS COME BACK..!
Kata-katanya sok inggris.
Mungkin terasa agak narsis.
Maklum, blm kesampean jadi selebritis.
Bukan sok melankolis, apalagi kritis.
Pengen jadi artis, eehh dikira autis.
Karena saya cuma pengen sdikit nulis.
Nulis loh, bukan mau nyari acis buat beli pukis.
Atau beli kismis dan cukuran kumis.
Buat kakak-kakak yg agak koleris.
Maaf kan saya apabila mengganggu perjalanan anda, seperti kata orang dalam bis.
Langsung aja pliss. :p

Come back.
Keluar dari pikiran tentang dua kata yg saya pun gak ngerti. :D
Padahal udah ngubek-ngubek kamus, tapi masi jg gak ketemu.
Ya iya gak ketemu, orang buka kamus besar bahasa Indonesia. :p

Come back atau Kembali dalam bahasa Indonesia. Inget bahasa Indonesia ya, bukan bahasa aL4y. :p
Karena ternyata (jadi) orang alay itu berbahaya.
Tahukah kalian rahasia dari orang alay yg gak pernah diketahui orang kebanyakan.?
Kata temen saya, orang alay itu gak mengenal TUHAN
Hahh.!
Ciyus.? :p
Iya, mereka gak kenal TUHAN, tapi mereka taunya 7UH4N. :D
pliss dehh pak ini udah keluar pager. -,-
Oke.. Oke..
Kembali berasal dari dua kata yaitu kem dan bali yg bisa disimpulkan.
"KEMungkinan kita ke BALI"
Yeeay.! \(^,^)/
Plis dehh pak, bukan itu. -,-
*sambit sendal*

Oke Come Back atau kembali itu punya banyak arti bagi beberapa orang, termasuk saya.
Kembali, akhirnya saya kembali menulis stelah skian lama.
Kembali memutar otak untuk merangkai kata demi kata sehingga menghasilkan tulisan yg ala kadarnya.
Kembali membuat orang pusing dengan tulisan yg sulit dimengerti.
Dan akhirnya tulisan pertama saya setelah "come back" adalah untuk FSI Al-Biruni.

"Aku mengenal dikau, tak cukup lama, separuh usiaku. Namun begitu banyak pelajaran, yg engkau berikan."
Lagu berjudul Harmoni dari grup band Padi terdengar begitu syahdu di bawah gerimis yg manis.
Mengingatkan akan FSI Al-Biruni dan orang-orang hebat di dalamnya yg memberikan saya banyak pelajaran.
Begitu banyak pelajaran, terhitung sudah 1 semester sejak saya mengenalnya. Dan ternyata saya merasa waktu terlalu singkat, terlalu singkat untuk kebahagiaan yg saya rasakan. Terlalu singkat, karena masi banyak ilmu yg blm sempat saya dapatkan dari orang-orang hebat di FSI Al-Biruni.
Dan amat sangat terlalu singkat untuk mengatakan selamat tinggal, sampai jumpa, semoga bertemu kembali, ini.. akhir dari kepengurusan FSI Al-Biruni kabinet muslim fighter.
Mungkin terlalu mainstream ketika saya ikut-ikutan jadi melankolis, karena biasanya pun saya lebih dikenal autis. -,-
Jujur, tak terlalu banyak kaitannya saya dengan Al-Biruni karena sebagai "maba" saya memang tak terlalu mengenal Al-biruni. Karena di sini pun saya hanya sebagai tim hore yg ikut meramaikan Albiruni lewat Salim ft-nya, yg berada di bawah naungan departemen kaderisasi FSI Al-Biruni.
Di salim saya diamanahkan untuk membantu Pusindat untuk memaksimalkan kinerja Albiruni.

Kaget.!
Jujur, sebelumnya pun saya ini bukan orang yg mengerti organisasi seperti teman-teman yg akhirnya saya kenal, adalah orang-orang yg luaarrr biasa dalam organisasi.
Tapi justru, dari merekalah saya belajar banyak.
Tak pernah terbersit dalam pikiran saya kalau semua akan seperti ini. Saya masuk ke UNJ, masuk fakultas Teknik, masuk jurusan Elektro, masuk Elektronika, dan ikut organisasi dakwah semacam FSI Al-Biruni.
Karena jujur, dulu saya ingin kuliah di kampus lain, kuliah di jurusan Psikologi atau Hukum. Karena dulu saya bercita-cita jadi seorang Psikolog atau bekerja sebagai Pengacara di LBH nantinya.
Atau kuliah di jurusan Bahasa dan Sastra aL4y, tapi sayang untuk jurusan ini gak ada di kampus manapun. :p
Tapi, mungkin ini yg digariskan oleh Alloh untuk saya. Manusia hanya berencana, Alloh yg menentukan. Dan Husnudzon adalah cara terbaik. :)
"...boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu amat menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS 2:216)

Dan ternyata apa yg digariskan Alloh berbuah sangat manis bagi saya. Sempat tidak kerasan di awal-awal kuliah. Akhirnya, justru saya sangat mencintai rutinitas saya sebagai seorang mahasiswa. Cinta itu bermula dan tumbuh semakin besar ketika saya mengenal FSI Al-Biruni. :)
Tapi, sebagai manusia, wajar rasanya bila suatu saat kita akan merasa jenuh. Dan saya pun pernah merasakannya. Ketika terlalu banyak waktu saya untuk Albiruni, ketika saya merasa situasi mulai tak nyaman, ketika kondisi tak lagi seperti dulu. Dan masalah mulai berdatangan satu per satu, dan bak sinetron di tipi-tipi, semua mencapai klimaks di waktu yg tepat. Ketika semua masalah bertumpuk di waktu yg bersamaan. Saya mulai marah, saya jenuh, dan rasanya saya ingin pergi dan keluar dari rutinitas membosankan ini.
Akhirnya vakum adalah pilihan saya, mencoba menenangkan diri. Tak terburu-buru mengambil keputusan untuk keluar dan meninggalkan amanah yg saya emban.
Seminggu tanpa membalas sms-sms yg berkaitan dengan proker Albiruni/Salim ft dan melakukan kegiatan seperlunya di mushola Albiruni itu adalah cara saya.
Dan tahukah.? di saat saya mencoba "menggerus" diri saya dari Albiruni. Justru di saat itu pula rasa rindu dan cinta saya semakin meluap.
Tahukah kalian.? Ini Cinta.
Cinta akan menyita waktu mu lebih banyak, tapi kau sama sekali tak keberatan.
Cinta akan membuat waktu tidur mu lebih sedikit, tapi kau sama sekali tak keberatan.
Cinta akan membuat dirimu berlelah-lelah, dan kau sama sekali tak keberatan.
Karna, Cinta akan menyita seluruh pikiran, tenaga, harta, bahkan nyawa.
Dan itu adalah Cinta.
Dan semoga itu adalah Cinta yg ada dalam Naungan dan Ridho-Nya. Aamiin. :)
Seperti sebuah virus, Cinta ternya menular. Dan semua virus ini rasanya saya dapatkan dari mas'ul FSI Al-Biruni kita tercinta, yaitu kak Eko Haryanto.
Beliau adalah salah satu perantara yg dikirimkan oleh Alloh yg menyebabkan saya ada di FSI.
Orang yg hati dan pikirannya terpaut untuk FSI Al-Biruni.
Orang yg selalu memutar otak, bagaimana caranya memajukan FSI Al-Biruni menjadi lebih baik.
Orang yg mungkin paling mencintai FSI Al-Biruni.
Karena, tahukah.? Bahwa manusia itu mempunyai kapasitas untuk mempengaruhi atau dipengaruhi dengan hal positif maupun negatif.
Ketika kita sering bersinggungan dengan orang yg mencintai FSI Al-Biruni, otomatis kita pun akan melakukan hal yg sama. Itulah kenapa selain kak Eko, ternyata masi baaanyaaak orang-orang di belakang beliau yg mencintai Al-Biruni ini. Karena rasa Cinta yg ditularkan kak Eko menyebar luas kepada staff-staffnya hingga (mungkin) sampai kepada saya.
Pliis untuk yg ini jangan Ge eR ya kak Eko. :p

Kembali kepada esensi kata "kembali" tadi.
Ternyata begitu panjang "kembali" ini saya buat. :p
Tapi semoga kita adalah termasuk orang-orang yg bisa kembali memperbaiki diri.
Kembali mengajak kepada kebaikan.
Kembali mencegah keburukkan.
Dan kembali lebih bermanfaat untuk orang banyak.
Sehingga akhirnya nanti kita bisa kembali kehadapan-Nya dengan keadaan terbaik.
Dan seperti cita-cita semua ummat Islam, kita ingin kembali dengan keadaan khusnul khotimah dan menuju Jannah-Nya. :)

Terakhir, saya ingin mengutip beberapa kalimat yg luar biasa, yaitu: "Life is Marathon not Sprint"
Tahukah perbedaan maraton dengan sprint.?
Maraton adalah lari jarak jauh, dengan jarak berkilo-kilo meter, sedangkan sprint (lari jarak pendek) adalah perlombaan lari dengan jarak paling jauh adalah 200meter. Dan Usain Bolt adalah salah satu atlet sprint terhebat saat ini.
Lalu, apa maksudnya.?
Maksudnya adalah hidup ini bukan siapa yg paling cepat sampai finis, akan tetapi siapa yg mampu bertahan lebih lama, bertahan di jalan yg sedemikian jauh, bertahan dari berbagai cobaan, dan bertahan di kondisi terburuk sekalipun. :)
Dan oleh karena itu izinkan saya mengatakan pula.
"Dakwah is Marathon not Sprint".
Dakwah ini perjuangan siapa yg paling kuat bertahan di jalan dakwah yang sedemikian panjang dan penuh onak dan duri, bukan justru mereka yg merasa sudah tercapai cita-citanya lalu pergi.
Perjuangan ini harus tetap berlanjut siapapun yg akan memegang tongkat estafet dakwah ini nantinya. :)

Maaf mungkin tulisannya kepanjangan dan membosankan.
Maafkan saya kalo ada salah.
Maaf jg apabila slama ini belum bisa meng-emban amanah yg telah diberikan dengan baik. :)
Robbighfirlii.. Robbighfirlii.. Robbighfirlii..

23 Januari 2013
12 Robi'ul Awal 1434H
Cileungsi - Bogor
Setelah hujan. :)
Fajar Maulana Syarif-Ka. Pusindat SALIM FT


Pemenang Lomba Menulis
"KETIKA FSI ALBIRUNI MENYAPAKU" dalam rangka MUKTAMAR FSI Al-Biruni 2013

Da'wah Kita Bukan Candaan

Bismillahirrahmanirrahim..

Da’wah adalah pilihan, bukan karena coba-coba atau ikut-ikutan. Da’wah adalah pergerakan, bukan berdiam diri ataupun memperkaya diri. Da’wah adalah amanah terbesar umat manusia yang kalian berada didalamnya. Tidak ada kata berhenti untuk da’wah, yang ada hanyalah para munafik yang tak mau merasa lelah dan terbatasi. Da’wah 

adalah seruan kebaikan, bukan da’wah jika didalamnya terdapat niatan keduniaan. Tidak ada ketakutan saat kita memiliki keyakinan, keyakinan terhadap janji Allah yang pasti akan terjadi.

Ikhwah wa akhwatfillah rahimakumullah..

Ada yang lebih kekal untuk kita tuju dari pada yang kita tuju saat ini. Ada yang lebih indah tak terkalahkan dari pada yang kita tempati saat ini. Ada yang lebih luas dan tak terbatas dari pada bumi ini. Yaitu Akhirat yang telah Allah janjikan akan kita tempati, baik kumpulan nar (api) panas ataupun kumpullan nur (cahaya) menyilaukan. Keyakinan terhadap akhirat merupakan bukti keyakinan kita kepada Allah dan kekuasaan penciptaanNya. Memilih akhirat sebagai tempat bernaung merupakan bukti kepatuhan kita pada Rasulullah dan sunah-sunah yang beliau contohkan.

Yaa Ayyuhal Ikhwah..

Apa yang sedang kalian lakukan saat ini, bermain dalam candaan penuh kedustaan. Tidak adakah keseriusan kalian dalam menghadapi tantangan zaman, melewati hari berlalu dengan kumpulan dosa yang berlipat. Wahai kalian yang masih berselimut, bangunlah dan sampaikanlah kebenaran. Ikhwah, da’wah ini sudah ada dalam genggaman kalian. Jika kalian lepas maka sekeliling kalian akan hancur dan musnah, jika tetap kalian pegang dan bertahan kalian akan kesakitan. Tugas kita berat ikhwah, bukan tugas dunia yang dapat terselesaikan dengan santai, bukan pula tugas yang dilakukan sendirian. Allah selalu ada untuk menemani kita, Malaikat akan selalu mencatat amal-amal kita, syaithan akan selalu menggoda kita dengan harta, tahta, dan wanita. Mereka syaithan tidak berhenti sampai pada titik kelemahan kita, hingga kita terjerumus pada keraguan.

Wahai kalian calon ibu dari anak-anak kalian..

Tugas kalian sangat berat, mendidik anak-anak kalian agar tidak tersesat, menjaga agar kehidupan selalu diisi dengan hati yang suci. Kalian adalah pencetak generasi para pemimpin masa depan, pemimpin kehidupan bernafaskan islam. Kalian adalah manusia perasa dan lemah hatinya, jagalah hati kalian dari para munafik-munafik da’wah. Janganlah kalian berharap dari mereka yang hanya akan membuat Allah murka dan bumi ini celaka. Janganlah kalian membicarakan sesuatu yang tidak memiliki manfaat, hiasi kehidupan kalian dengan amal ibadah. 

Tegurlah kami para ikhwah yang hanya membuat kalian geram dengan kelalaian mereka. Lakukan aktifitas da’wah fardiyah yang merupakan keahlian kalian. Tebarlah kebaikan sebanyak mungkin kepada para calon ibu yang lain, karena kita tahu kalian adalah manusia yang hebat yang tidak mudah berhenti. Jika sudah tertanam keyakinan pada diri kalian, kalian akan terus menjaga keyakinan itu sampai pada penghujung kekecewaan. Maka saling mengingatkan dan nasihat-menasihatilah dalam kebenaran dan kesabaran, kesabaran dalam ujian, kesabaran dalam ketaatan, dan kesabaran dalam menghadapi maksiat.

Wallahu’alam bishawab

Saya rindu ketaatan, saya rindu pergerakan, saya rindu semangat-semangat da’wah kalian. Janganlah melupakan fitrah da’wah, kembalilah dengan cara yang paling baik.

Teruntuk Al-Biruni..
Mari satukan tekad untuk terus bergerak, kehancuran terjadi karena terlalu banyaknya kita berdiam diri. Tak selayaknya fikiran dan hati kita terlabuhkan pada hal yang salah, jangan kotori amal kita dengan niat karena dunia.


Andry Muhayat-Departemen Syi'ar FSI Al-Biruni FT UNJ