Ahlan wa Sahlan Sahabat FSI Al-Biruni..
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Klub Pendukung Palestina Itu Akhirnya Juara Piala Super Spanyol 2012

Islamedia - Real Madrid sukses menyabet gelar Piala Super Spanyol setelah mengalahkan Barcelona 2-1 pada pertandingan kedua di Santiago Bernabeu, Rabu 29 Agustus 2012 (Kamis dini hari WIB).


Klub yang selama ini aktif membantu palestina tersebut langsung menggebrak pertahanan Barcelona di awal babak pertama. Los Blancos julukannya itu bahkan unggul cepat pada menit ke-11 melalui gol Gonzalo Higuain yang berhasil memanfaatkan kesalahan Javier Mascherano.

Tujuh menit kemudian Madrid berhasil menggandakan keunggulan lewat gol Cristiano Ronaldo. Kali ini giliran Gerard Pique yang melakukan kesalahan di lini pertahanan Barcelona.

Berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, Barcelona justru harus bermain dengan 10 pemain setelah Adriano diusir wasit pada menit ke-27. Adriano menjadi pemain terakhir yang melanggar Ronaldo saat tinggal berhadapan dengan kiper Victor Valdes.

Dibabak kedua Madrid mendapat peluang emas. Sami Khedira berhasil melewati tiga pemain Barcelona dan melepaskan tendangan. Sayang, tendangan pemain internasional Jerman itu bisa diblok Valdes.

Higuain nyaris mencetak gol keduanya di pertandingan ini pada menit ke-80. Namun, tendangan Higuain usai menerima umpan Xabi Alonso masih membentur tiang gawang.

Menit ke-90 pemain anyar Madrid, Luka Modric, hampir mencetak gol di laga debutnya bersama El Merengues sebutan lain Los Blancos. Setelah menerima umpan tarik Karim Benzema, Modric melepaskan tendangan di depan gawang Valdez. Tapi, tendangannya masih bisa diblok Gerard Pique.

Keunggulan 2-1 Madrid bertahan hingga usai, dan El Real berhasil merebut gelar Piala Super Spanyol dengan keunggulan gol tandang (agregat 4-4) dengan kalah 2-3 di leg pertama. Ini adalah gelar pertama Madrid musim ini.

Perlu diketahui Real Madrid punya kedekatan yang spesial dengan Palestina, selain kebijakan dari klub, para pemainnya juga mempunyai sikap yang sama.

Salah satunya apa yang telah diperbuat Cristiano Ronaldo sang striker Los Blancos tersebut.

ia mengikhlaskan sepatu emas yang diraihnya pada musim 2011 bersama real madrid kepada kepada lembaga amal klubnya. Hal itu dilakukan pemain berjuluk CR7 itu untuk membantu anak-anak Palestina.

Laman Qodsna pada akhir tahun lalu mengabarkan, lembaga amal Real Madrid melelang sepatu emas milik Ronaldo itu hingga 1,4 juta euro alias Rp 16,77 miliar. Uang hasil lelang itu disumbangkan untuk membangun beberapa sekolah yang hancur di sepanjang di Jalur Gaza. Dukungan Pemain Terbaik Dunia pada 2008 tersebut tidak berhenti sampai di situ.

Sebelumnya ketika masih memperkuat tim manchester united, dalam sebuah acara Ronaldo mengenakan kafiyeh alias syal Palestina. Tindakannya itu mendapat kecaman hebat dari lobi-lobi Zionis dan media barat. Beberapa media barat yang berafiliasi dengan Yahudi seakan memusuhinya dan mencitrakan segala keburukannya.

Namun ada juga sebagian media Inggris menyebut aksi Ronaldo itu sebagai bentuk kemanusiaan. Ia menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya terhadap krisis Palestina dan warga Jalur Gaza. Ronaldo dikabarkan pernah langsung berkunjung ke tanah pendudukan Palestina pada 2007 dan 2008.

Di sana dia disambut suka cita oleh warga Palestina dan mendapat pengawalan ketat. Tapi lagi-lagi Ronaldo dikecam media yang pemiliknya mendukung kebijakan pemerintah Zionis.[im/viva/rep]

http://www.islamedia.web.id/2012/08/klub-pendukung-palestina-itu-akhirnya.html

Banyak Pemain Muslim, Sponsor Liga Inggris Ingin Hapus Alkohol

Banyak Pemain Muslim, Sponsor Liga Inggris Ingin Hapus Alkohol

Peristiwa penolakan gelandang Manchester City Yaya Toure untuk merayakan penghargaan "man of the match" dengan menenggak sampanye sepertinya menggugah sponsor utama Liga Primer Inggris, Barclays.
Bank berpengaruh di daratan Inggris itu dilaporkan sedang berencana untuk menghapus ritual pemberian sampanye kepada setiap pemain terbaik di sebuah pertandingan.
Alasannya, Barclays berupaya ingin menghargai pemain sepakbola Muslim. Sebagaimana diketahui, sampanye yang mengandung alkohol dan memabukkan tersebut dilarang dalam Islam.
Dikutip the Sun, pihak Barclays terkejut dengan sikap Yaya Toure menolak pemberian sampanye dari rekan setimnya, Joleon Lescott, setelah terpilih menjadi pemain terbaik dalam laga City melawan Newcastle United. Dalam laga tersebut the Citizen mempecundangi Newcastle United dengan skor 2-0, di St James Park, Ahad (6/5).
Sontak kejadian yang disiarkan langsung televisi tersebut membuat heboh Liga Primer Inggris. “Saya tidak minum (sampanye) karena saya seorang Muslim. Jadi, kamu simpan saja,” kata Yaya kepada Lescott.
Mendapati banyak pemain Muslim di Liga Primer Inggris dan merespon sikap Yaya, pihak Barclays sedang berupaya mencari cara lain untuk memberi penghargaan bagi pemain terbaik. “Bank sedang memikirkan masalah sampanye ini,” kata seorang sumber dari Barclays pada the Sun.
“Jadi, Barclays berpikir apakah pantas untuk memberikan alkohol, mengingat begitu banyaknya kebangsaan di liga ini,” imbuh dia.

Sumber: http://www.fimadani.com/

Meski Non Muslim, Van Persie Akui Islam itu Agama yang Indah

Meski Non Muslim, Van Persie Akui Islam itu Agama yang Indah

Banyak penggemar sepak bola, khususnya Liga Primer Inggris dan Timnas Belanda yang menyangka, Robin van Persie adalah seorang Muslim. Acuannya adalah ia memiliki istri berdarah Maroko-Belanda yang menganut agama Islam bernama Bouchra. Gara-gara itu van Persie diberitakan menjadi mualaf.
Kepada laman Dutch Football, empat tahun lalu, Van Persie membantahnya. Ia menyatakan tidak mengikuti agama istrinya. Meski begitu, dia tetap tinggal serumah bersama Bouchara dan dan kedua anaknya Shaqueel dan Dina Layla di London. Menurut top skorer Liga Primer Inggris musim 2012 ini, tidak benar kalau dia diberitakan sebagai seorang Muslim.
“Itu tidak benar. Saya bukan seorang Muslim, bukan pula seorang Kristen, dan bukan juga seorang Yahudi,” kata dia. Striker Arsenal ini melanjutkan, “Saya telah dibesarkan secara bebas. Jika Anda ingin menjadi seorang Muslim, itu harus datang dari hati.”
Meski begitu, dia memuji agama istrinya tersebut mengajarkan keindahan dan keramahan kepada setiap pemeluknya. “Saya percaya pada diri sendiri. Saya tidak akan melakukannya hanya untuk menyenangkan istri saya,” kata dia.

Sumber: http://www.fimadani.com/